Adiksi/kecanduan terhadap ganja adalah sama saja seperti adiksi terhadap kokain, alkohol maupun heroin serta zat lain yang dapat mengakibatkan ketergantungan. Penggunaannya biasanya dimulai dengan eksperimen atau coba-coba saja. Dengan bertambahnya frekuensi penggunaan, lama kelamaan akan semakin banyak zat yang diperlukan untuk menciptakan efek euforia terhadap zat aktif yang terdapat di dalam ganja. Hal ini akan mengakibatkan berkembangnya toleransi fisik. Sebagai efek dari penggunaan terus menerus ganja juga dapat menimbulkan ketergantungan psikologis dan emosional. Ketergantungan fisik, emosional dan psikologis secara bersama-sama kemudian didefinisikan sebagai kecanduan ganja.
Penyebab Adiksi Ganja
Selama berabad-abad, para ahli serta profesional medis dan banyak peneliti di seluruh dunia telah mempelajari tentang hal-hal apa saja yang bisa mengakibatkan kecanduan terhadap ganja/cannabis. Namun belum ada yang bisa secara pasti menentukan apa penyebab seseorang menjadi kecanduan terhadap ganja. Namun demikian, ada faktor-faktor tertentu yang kemudian dikenal dapat memberikan kontribusi atau dapat mempercepat terjadinya kecanduan pada seseorang. Misalnya, bagi yang sudah memiliki kecenderungan genetik atau sudah memiliki “bakat adiksi” akan lebih mungkin untuk menjadi kecanduan ganja walaupun dalam waktu konsumsi yang relatif singkat. Hal ini juga terjadi pada mereka yang mempunyai masalah psikologis seperti depresi atau kecemasan, akan lebih rentan dan lebih mudah untuk menjadi adiksi.
Gejala Adiksi Ganja
Bagaimana cara mengetahui bahwa orang yang Anda sayangi sedang berjuang mengatasi masalah kecanduan terhadap ganja. Ada beberapa perilaku pecandu (addictive behaviour) yang sebaiknya Anda ketahui. Terkadang kita harus mengandalkan perasaan bahwa ada sesuatu yang nggak beres nih. Perasaan ini kadang bisa menyelamatkan orang yang Anda sayangi. Namun juga jangan terlalu paranoid terhadap perasaan ini. Sangat perlu bagi setiap orang tua untuk mengetahui pola-pola addictive behaviour. “Perubahan” adalah kata kunci untuk addictive behaviour. Perubahan selalu diawali dalam skala yang kecil. Namun akan semakin terlihat ketika masalah kecanduan yang ada semakin membesar. Anda mungkin akan mendapati bahwa pasangan atau anak Anda telah kehilangan minat pada hobi lama serta teman-teman lamanya. Mereka mungkin mulai menunjukkan penurunan performa di tempat kerja atau ketinggalan pelajaran di sekolah. Secara fisik mungkin akan dengan mudah didapati penampilan mereka tampak lebih “jorok” dari sebelumnya. Ketika tingkat kecanduan telah semakin besar dan menjadi-jadi, Anda mungkin akan sering mendapati bahwa mereka berbohong tentang keberadaan mereka, atau mungkin akan selalu mengaku lelah ketika Anda mencurigai bahwa mereka sedang dalam pengaruh zat. Atau seringnya uang serta barang-barang rumah tangga yang menghilang. Secara umum, sebuah penyalahgunaan ganja dapat berubah menjadi kecanduan ganja. Itu semua adalah addictive behaviour.
Apakah Ganja Akan Menyebabkan Kecanduan?
Bagi sebagian orang, ganja adalah sama seperti zat adiktif lainnya. Tapi tidak setiap orang yang menggunakan ganja akan menjadi kecanduan. Para peneliti belum mengerti betul mengapa ada beberapa orang menjadi kecanduan namun orang lain dapat melanjutkan penggunaan ganja secara kasual sebagai rekreasi tanpa mengalami kecanduan. Mungkin ada hubungannya dengan seberapa banyak atau seberapa sering ganja digunakan. Atau mungkin ada faktor genetika yang kemudian akan menentukan bagaimana tubuh Anda memberikan respon terhadap ganja.Jadi ada variasi individual dan genetik yang tidak dapat dirubah.
Toleransi Terhadap Ganja
Toleransi didefinisikan ketika seseorang memerlukan dosis yang lebih besar dari waktu ke waktu untuk mendapatkan efek yang sama. Ketika seorang pengguna ganja menyadari bahwa mereka harus menggunakan dosis yang lebih banyak dari dosis sebelumnya untuk mendapatkan efek gitting yang sama, mereka dikatakan telah mengalami toleransi. Apalagi jika ganja memang mulanya sudah digunakan dalam jumlah/dosis yang besar, maka akan semakin mudah bagi tubuh untuk membangun toleransi terhadap ganja. Apabila jumlah/dosis ganja tidak cukup, maka orang tersebut akan mengalami kondisi yang kemudian disebut dengan withdrawal. Gejala withdrawal terhadap ganja dapat mencakup gelisah, gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan tremor (terutama di tangan).
Sifat Addictive dari Ganja
Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa terdapat perubahan di otak pada penggunaan jangka panjang ganja yang sangat mirip dengan perubahan yang disebabkan oleh zat-zat adiktif lainnya (seperti heroin, coccain atau ATS). Sementara dampak dari menghisap ganja sangatlah ringan dan hampir tidak pernah mengancam jiwa, namun yang menarik untuk dicatat adalah bahwa setelah tubuh Anda menyesuaikan diri terhadap penggunaan ganja, akan sangat sulit untuk berhenti karena reseptor di otak kita sudah berikat dengan baik pada zat aktif yang terdapat di dalam ganja (THC).
Meskipun tidak semua pengguna ganja mengalami kecanduan secara fisik, bisa dipastikan bahwa kecanduan psikologis hampir selalu ada. Pada kecanduan psikologis, pengguna akan merasa mendapatkan efek yang cukup baik dari menghisap ganja. Menghisap ganja akan membuat pengguna merasa lebih baik. Dengan menghisap ganja pengguna akan dapat berkreasi dengan baik, dapat menciptakan sesuatu juga sangat baik, mempunyai kemampuan kreatif yang luar biasa, dan masih banyak hal-hal kreatif yang dapat ditimbulkan dari penggunaanya. Namun jangan lupa bahwa kondisi ini disebut dengan kecanduan psikologis. Tanpa menghisap ganja, pengguna akan merasa tidak mendapatkan kreatifitasnya kembali, merasa tegang, merasa jengkel atau kesal dan berbagai perasaan yang akhirnya mengganggu proses kreatif. Harap diingat kembali bahwa ini adalah bentuk adiktif secara psikologis (bukan adiktif secara fisik).
Ada lagi bentuk ketergantungan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri. Ketergantungan sosial adalah jenis lain dari perilaku kompulsif yang mutlak harus diperhatikan. Jika Anda merasa bahwa Anda harus menggunakan ganja karena teman-teman Anda melakukannya maka Anda sudah masuk ke dalam golongan adiksi sosial. Kemudian Anda merasa perlu untuk mendukung sebuah gerakan legalisasi ganja hanya karena teman-teman Anda mendukungnya, berarti Anda memiliki masalah ketergantungan yang cukup serius. Ketergantungan sosial biasanya merupakan tanda-tanda awal dari ketergantungan psikologis dan akhirnya bisa menjadi ketergantungan fisik. Ingatlah kembali bahwa penggunaan ganja biasanya untuk keperluan sosial pengguna yang naif tidak akan pernah berpikir untuk berakhir dengan kecanduan fisik dan psikologis.
Dampak Sosial Ketergantungan Terhadap Ganja
Kecanduan ganja dapat menyebabkan berbagai efek samping pada setiap pengguna baik yang menggunakannya secara kasual ataupun pengguna jangka panjang. Beberapa gejala dari gangguan-gangguan ini meliputi hal-hal seperti gangguan tidur, gangguan mengingat, gangguan koordinasi motorik, kesulitan dalam memahami pembicaraan atau memahami situasi dan peristiwa, halusinasi, pikiran atau perasaan yang cenderung paranoid, serta serangan panik. Sementara beberapa dari masalah ini mungkin tidak terlihat serius (serta tidak menimbulkan kematian), namun semua hal itu dapat menyebabkan masalah jangka panjang dan akan membuat gangguan pada kondisi dan situasi sosial.
Dampak Sosial 1: Gangguan Belajar
Menurut sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan terhadap sekelompok mahasiswa, Penggunaan ganja dapat mengganggu proses belajar, berpikir kritis dan fungsi kognitif terkait lainnya selama 24 jam setelah dosis terakhir diambil. Studi tersebut dilakukan dengan cara mengamati siswa sebelum, selama dan setelah mereka menggunakan ganja. Hasil yang ditemukan bahwa setelah mengkonsumsi ganja siswa jauh lebih mungkin menderita masalah memori, kesulitan berkonsentrasi dan penurunan dalam pemahaman dan keterampilan kognitif. Efek ini mungkin jauh lebih parah pada pengguna jangka panjang dikarenakan adanya perubahan yang terjadi pada otak ketika mengkonsumsi ganja dalam jangka waktu yang lama.
Dampak Sosial 2: Gangguan Motivasi
Salah satu efek utama yang disebabkan karena ganja adalah kurangnya motivasi. Ganja dapat menyebabkan penggunanya untuk menjadi mudah terganggu/distracted, dan meskipun mereka dapat membuat rencana yang sangat kreatif, mereka bisa dengan mudah melupakannya atau tidak cukup termotivasi untuk melakukannya. Secara fisik memang tidak ada yang salah, tetapi secara mental adanya gangguan motivasi pada pengguna. Pecandu kemudian dapat mengalami apa yang dikenal sebagai Sindrom Motivasi, di mana mereka kehilangan motivasi tentang semua aspek dalam kehidupan mereka, seperti sekolah, kerja, keluarga dan berkurangnya tanggung jawab.
Dampak Sosial 3: Gangguan Perilaku Sosial
Secara sosial, dampak sosial nomor 2 yaitu kurangnya motivasi dapat menyebabkan beberapa masalah yang cukup serius. Bagi yang sudah bekerja, gangguan motivasi akan dapat menyebabkan penurunan performa dalam kinerja, masalah disiplin atau mungkin dapat berakhir dengan terminasi. Bagi yang bersekolah/pelajar, kurangnya motivasi dapat menyebabkan masalah dalam proses belajar dan performa secara umum. Persahabatan juga dapat terancam, karena kurangnya motivasi untuk bersahabat dengan orang lain selain orang-orang yang menghisap ganja. Dampak sosial lainnya, sebagai seorang pengguna ganja akan menyebabkan orang lain cenderung memiliki konotasi negatif yang terkait dengan Anda sehingga akan menyebabkan lost of opportunity.
Masih ingin berpikir untuk menggunakan ganja,…?
Think twice before you try,…





Boleh di bilang tidak semua Pengguna Napza dapat dilihat dari penampilan / Performancenya saja, tergantung dari background atw status social si User nya, klo mengkomentari atas tulisan di atas yang mengatakam bahwa” Pecandu mulai menunjukkan secara fisik mungkin akan dengan mudah didapati penampilan mereka tampak lebih jorok dari sebelumnya.
Pak Dokter Bagus.. boleh saya coba tanggapi artikelnya ya.
1. “Adiksi/kecanduan terhadap ganja adalah sama saja seperti adiksi terhadap kokain, alkohol maupun heroin serta zat lain yang dapat mengakibatkan ketergantungan.”
tanggapan: Ganja berasal dari tanaman cannabis sativa dan Cannabis indica (kalau di Indonesia lazim kita temukan Cannabis Sativa), kokain dari tanaman coca, alkohol dari fermentasi berbagai jenis tumbuhan yang dicampur dengan ragi dan mengalami prose’s penyulingan, heroin dari tanaman poppy… secara mudah dapat kita lihat perbedaan asal muasal ganja, coke, heroin dan alkohol…(jadi ganja, coke, heroin, dan alkohol sama sekali tidak bisa disamakan).
Ganja yang dikonsumsi (lazimnya dihisap) tidak melalui proses fermentasi (seperti pada alcohol) dan atau proses pencampuran dengan bahan kimia (seperti yang terjadi pada coke dan heroin).
Bahan aktif yang ada dalam tanaman ganja adalah THC (tetrahydrocannabinol) yang masuk ke dalam tubuh kemudian akan menghasilkan efek halusinogen ringan untuk kemudian setelah selesai efek halusinasi tersebut, akan keluar bersama keringat, urin dan feses.
Ganja tidak menyebabkan kecanduan seperti cocaine, heroin, dan alkohol.
Jika dokter bagus kurang percaya pada saya, coba lah mengganja secara terus menerus selama satu atau dua minggu.. dan bahkan sebulan, kalau anda sampai ketergantungan (dan anda bisa membuktikan secara medis bahwa anda kecanduan), akan saya biayai untuk rehabilitasi sampai sembuh dari kecanduannya..hehehe..
2. “Penggunaannya biasanya dimulai dengan eksperimen atau coba-coba saja. Dengan bertambahnya frekuensi penggunaan, lama kelamaan akan semakin banyak zat yang diperlukan untuk menciptakan efek euforia terhadap zat aktif yang terdapat di dalam ganja. Hal ini akan mengakibatkan berkembangnya toleransi fisik. Sebagai efek dari penggunaan terus menerus ganja juga dapat menimbulkan ketergantungan psikologis dan emosional. ”
tanggapan: Yes.. pengguna biasanya coba-coba, tapi saat frekuensi penggunaan menjadi lebih sering, hal tersebut tidak akan menimbulkan situasi “berkembangnya toleransi fisik”
karena tidak ada seseorang yang menjadi “dosting” (istilah yang lazim dipakai untuk pengguna anti depresan) setelah berulang kali mengkonsumsi ganja. satu linting ganja cukup untuk membuat seseorang mengalami efek halusinasi ringan yang biasa disebut dengan “giting”.
Banyak rekan saya yang bahkan, saat mempunyai frekuensi yang sering dalam menggunakan ganja (1 x 1 hari) akan sudah merasakan giting dengan 1/2 linting ganja.
Toleransi fisik yang anda maksud mngkin dapat diaplikasikan dalam penggunaan zat seperti putaw, atau kelas benzodiazepine yang terdapat dalam anti depresan.
3. “Ketergantungan fisik, emosional dan psikologis secara bersama-sama kemudian didefinisikan sebagai kecanduan ganja.”
Tanggapan: menurut saya ini sebuah “omong kosong”, karena kecanduan ganja sama sekali “TIDAK ADA”.
boleh saya tanya pak… apa bapak pernah mengalami adiksi? kalau iya.. terhadap apa? boleh dideskripsikan bagaimana rasanya? apa bapak tahu apa definisi kecanduan? boleh dijelaskan secara spesifik keadaan kecanduan yang anda maksud seperti apa?
4. Namun akan semakin terlihat ketika masalah kecanduan yang ada semakin membesar. Anda mungkin akan mendapati bahwa pasangan atau anak Anda telah kehilangan minat pada hobi lama serta teman-teman lamanya.
tanggapan: langsung priksa urin saja, nggak usah menduga2… kalau terjadi seperti kejadian diatas, mungkin anak atau pasangan sedang kecanduan zat lain… kalau tidaak ada zat apapun dalam urine nya maka bisa langsung pergi ke sikolog, siapa tahu anggota keluarga anda sedang ada masalah lain…
coba lihat (contoh paling gampang: Bob Marley… dengarkan lagunya, simak liriknya)
5. Mereka mungkin mulai menunjukkan penurunan performa di tempat kerja atau ketinggalan pelajaran di sekolah. Secara fisik mungkin akan dengan mudah didapati penampilan mereka tampak lebih “jorok” dari sebelumnya.
Tanggapan: Untuk saya statement anda disini sangat premature dan cenderung sangat “kolot” pasti anda dapat referensi dari buku PPKn atau PLKJ atau bahkan buku pramuka ya? (no offenses ya).. soalnya saya bingung mau menanggapi apa, karena pendapat bapak terlalu subjektif dan cenderung Negatif…
6. Ketika tingkat kecanduan telah semakin besar dan menjadi-jadi, Anda mungkin akan sering mendapati bahwa mereka berbohong tentang keberadaan mereka, atau mungkin akan selalu mengaku lelah ketika Anda mencurigai bahwa mereka sedang dalam pengaruh zat. Atau seringnya uang serta barang-barang rumah tangga yang menghilang. Secara umum, sebuah penyalahgunaan ganja dapat berubah menjadi kecanduan ganja. Itu semua adalah addictive behaviour.
Tanggapan: refer to tanggapan saya pada No. 3, maka dalam tanggapan saya pada No. 6 ini saya akan menambahkan dan sedikit memberi pandangan yang lebih masuk akal pada anda…
Harga ganja 1 paket yang lazim ditemui adalah 50rb, yang dapat menjadi 5 – 6 linting ganja (dapat dipakai selama 2 – 4 hari)… pada kelas2 masyarakat tertentu bahkan masih ada paket 25rb dan 15 rb yang dapat menjadi 2 – 3 linting (hampir sama dengan harga sebungkus rokok). Kesimpulan yang saya ambil jika anda menuduh para pengganja melakukan tindakan kriminal “Mencuri barang rumah tangga” adalah lagi2 sebuah “OMONG KOSONG”…
Mungkin anda belum pernah mendengar istilah “Friend in weed is friend indeed” … dan istilah “sharing” dalam ganja..
Jika yang anda maksud adalah putaw, maka benar adanya tiap pengguna akan melakukan hal paling licik untuk menjadi sangat egois dan mementingkan diri sendiri… sedangkan bagi pengganja yang ada adalah… “Sharing adalah hal penting dalam kehidupan”… jadi teman tidak akan meninggalkan temannya dalam keadaan tidak giting…
Anyway, jangan menuduh sembarangan jika tidak ada bukti… bisa jadi Fitnah pak..
7. Apakah Ganja Akan Menyebabkan Kecanduan? Bagi sebagian orang, ganja adalah sama seperti zat adiktif lainnya. Tapi tidak setiap orang yang menggunakan ganja akan menjadi kecanduan. Para peneliti belum mengerti betul mengapa ada beberapa orang menjadi kecanduan namun orang lain dapat melanjutkan penggunaan ganja secara kasual sebagai rekreasi tanpa mengalami kecanduan. Mungkin ada hubungannya dengan seberapa banyak atau seberapa sering ganja digunakan. Atau mungkin ada faktor genetika yang kemudian akan menentukan bagaimana tubuh Anda memberikan respon terhadap ganja.Jadi ada variasi individual dan genetik yang tidak dapat dirubah.
Tanggapan: Terlalu banyak kata “mungkin” untuk seorang peneliti…
8. Toleransi didefinisikan ketika seseorang memerlukan dosis yang lebih besar dari waktu ke waktu untuk mendapatkan efek yang sama. Ketika seorang pengguna ganja menyadari bahwa mereka harus menggunakan dosis yang lebih banyak dari dosis sebelumnya untuk mendapatkan efek gitting yang sama, mereka dikatakan telah mengalami toleransi.
Tanggapan: sudah saya coba jelaskan di No.2, THC tidak menyebabkan “Toleransi Fisik” sehingga seseorang membutuhkan dosis yang lebih besar untuk merasakan halusinasi kelas ringan yang biasa disebut “giting”.
Mungkin Pak dokter harus sedikit lebih mendalami konsep “giting” dan proses “giting” yang biasanya terjadi pada saat THC masuk ke dalam tubuh.
9. Apalagi jika ganja memang mulanya sudah digunakan dalam jumlah/dosis yang besar, maka akan semakin mudah bagi tubuh untuk membangun toleransi terhadap ganja. Apabila jumlah/dosis ganja tidak cukup, maka orang tersebut akan mengalami kondisi yang kemudian disebut dengan withdrawal. Gejala withdrawal terhadap ganja dapat mencakup gelisah, gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan tremor (terutama di tangan).
Tanggapan: Pak dokter bagus, saya rasa anda harus benar-benar mendalami tentang unsur THC ini dan perbedaannya dengan Apethamine, alkaloids, opiates, benzodiazepin, dll. Sebelum menyimpulkan bahwa THC dapat menyebabkan gelisah, gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan tremor (terutama di tangan).
10. Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa terdapat perubahan di otak pada penggunaan jangka panjang ganja yang sangat mirip dengan perubahan yang disebabkan oleh zat-zat adiktif lainnya (seperti heroin, coccain atau ATS).
Tanggapan: coba pak bagus… dibuka lagi google-nya.. dilihat2 lagi efek samping dari heroin, coke, ampethamine, dll..(seperti yang sudah saya sampaikan di atas).
11. Sementara dampak dari menghisap ganja sangatlah ringan dan hampir tidak pernah mengancam jiwa, namun yang menarik untuk dicatat adalah bahwa setelah tubuh Anda menyesuaikan diri terhadap penggunaan ganja, akan sangat sulit untuk berhenti karena reseptor di otak kita sudah berikat dengan baik pada zat aktif yang terdapat di dalam ganja (THC).
Tanggapan: Nah loh… ini dapat kesimpulan dari mana lagi pak? “Reseptor di otak kita sudah berikat dengan baik pada zat aktif yang terdapat di dalam ganja (THC).”
12. Namun jangan lupa bahwa kondisi ini disebut dengan kecanduan psikologis. Tanpa menghisap ganja, pengguna akan merasa tidak mendapatkan kreatifitasnya kembali, merasa tegang, merasa jengkel atau kesal dan berbagai perasaan yang akhirnya mengganggu proses kreatif. Harap diingat kembali bahwa ini adalah bentuk adiktif secara psikologis (bukan adiktif secara fisik).
Tanggapan: Mungkin jika benar ada orang seperti itu “Kecanduan Secara Psikologis” , solusinya tinggal dibawa ke sikolog aja pak.. suruh melakukan tindakan “Kill Your Ego”!!! alias.. “Jangan Jadi Anak Pemalas”!!! hehehe
13. Ketergantungan sosial adalah jenis lain dari perilaku kompulsif yang mutlak harus diperhatikan. Jika Anda merasa bahwa Anda harus menggunakan ganja karena teman-teman Anda melakukannya maka Anda sudah masuk ke dalam golongan adiksi sosial.
Tanggapan: Jika ada kejadian seperti ini, yah.. namanya “Adiksi Sosial” (sebenarnya saya baru tahu istilah “Adiksi Sosial” hehehehe… bagus juga istilahnya..).. tinggal orangnya pindah ke “Lingkungan Sosial” yang lebih baik lah… toh banyak lingkungan sosial lain yang lebih baik…
Anyway… berarti Rokok, Bir, Lagu Alay, Rambut Sm*sh, B4H454 4LL4Y, juga memiliki tingkat “Adiksi Sosial” yang lebih tinggi dan bahkan menyebabkan kerugian bagi orang lain… bahkan menyebabkan degradasi moral yang cukup tinggi untuk bangsa Indonesia yang tercinta pak!!
14. Kemudian Anda merasa perlu untuk mendukung sebuah gerakan legalisasi ganja hanya karena teman-teman Anda mendukungnya, berarti Anda memiliki masalah ketergantungan yang cukup serius. Ketergantungan sosial biasanya merupakan tanda-tanda awal dari ketergantungan psikologis dan akhirnya bisa menjadi ketergantungan fisik. Ingatlah kembali bahwa penggunaan ganja biasanya untuk keperluan sosial pengguna yang naif tidak akan pernah berpikir untuk berakhir dengan kecanduan fisik dan psikologis.
Tanggapan: Hallooooo pak… Ketergantungan Sosial → Ketergantungan Psikologis → Ketergantungan Fisik teori dari mana pak?? Bisa diaplikasikan di rokok, bir, B4H454 4LL4Y juga gak yah???
15. Kecanduan ganja dapat menyebabkan berbagai efek samping pada setiap pengguna baik yang menggunakannya secara kasual ataupun pengguna jangka panjang. Beberapa gejala dari gangguan-gangguan ini meliputi hal-hal seperti gangguan tidur, gangguan mengingat, gangguan koordinasi motorik, kesulitan dalam memahami pembicaraan atau memahami situasi dan peristiwa, halusinasi, pikiran atau perasaan yang cenderung paranoid, serta serangan panik. Sementara beberapa dari masalah ini mungkin tidak terlihat serius (serta tidak menimbulkan kematian), namun semua hal itu dapat menyebabkan masalah jangka panjang dan akan membuat gangguan pada kondisi dan situasi sosial.
Tanggapan: Coba Pak dokter buka google-nya lagi deh… (nggak capek2 ngingetin buka google-nya lagi)…
16. Menurut sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan terhadap sekelompok mahasiswa, Penggunaan ganja dapat mengganggu proses belajar, berpikir kritis dan fungsi kognitif terkait lainnya selama 24 jam setelah dosis terakhir diambil. Studi tersebut dilakukan dengan cara mengamati siswa sebelum, selama dan setelah mereka menggunakan ganja. Hasil yang ditemukan bahwa setelah mengkonsumsi ganja siswa jauh lebih mungkin menderita masalah memori, kesulitan berkonsentrasi dan penurunan dalam pemahaman dan keterampilan kognitif. Efek ini mungkin jauh lebih parah pada pengguna jangka panjang dikarenakan adanya perubahan yang terjadi pada otak ketika mengkonsumsi ganja dalam jangka waktu yang lama.
Tanggapan: Menurut penelitian yang saya lakukan sih, jika terjadi kejadian seperti yang anda maksud di atas.. yang paling masuk akal adalah mahasiswa tersebut mengkonsumsi anti depresan, biasanya nitrazepam, karena memiliki efek hipnotik yang pada awalnya akan memberikan efek superior yang seolah-olah mampu melipatgandakan kemampuan berpikir seseorang, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kestabilan psikologis seseorang… efek jangka panjangnya dapat menyebabkan skizofrenia dan atau gangguan kejiwaan lainnya.
17. Salah satu efek utama yang disebabkan karena ganja adalah kurangnya motivasi. Ganja dapat menyebabkan penggunanya untuk menjadi mudah terganggu/distracted, dan meskipun mereka dapat membuat rencana yang sangat kreatif, mereka bisa dengan mudah melupakannya atau tidak cukup termotivasi untuk melakukannya. Secara fisik memang tidak ada yang salah, tetapi secara mental adanya gangguan motivasi pada pengguna. Pecandu kemudian dapat mengalami apa yang dikenal sebagai Sindrom Motivasi, di mana mereka kehilangan motivasi tentang semua aspek dalam kehidupan mereka, seperti sekolah, kerja, keluarga dan berkurangnya tanggung jawab.
Tanggapan: Mungkin sindrom motivasi itu adalah gejala lebih akut dari “Sindrom Malas Bawaan Orok” pak… harus diteliti lagi tuh Sindrom Malas Bawaan Orok… pasti ada penjelasan yang lebih menarik…
18. Secara sosial, dampak sosial nomor 2 yaitu kurangnya motivasi dapat menyebabkan beberapa masalah yang cukup serius. Bagi yang sudah bekerja, gangguan motivasi akan dapat menyebabkan penurunan performa dalam kinerja, masalah disiplin atau mungkin dapat berakhir dengan terminasi. Bagi yang bersekolah/pelajar, kurangnya motivasi dapat menyebabkan masalah dalam proses belajar dan performa secara umum. Persahabatan juga dapat terancam, karena kurangnya motivasi untuk bersahabat dengan orang lain selain orang-orang yang menghisap ganja. Dampak sosial lainnya, sebagai seorang pengguna ganja akan menyebabkan orang lain cenderung memiliki konotasi negatif yang terkait dengan Anda sehingga akan menyebabkan lost of opportunity.
Tanggapan: Nah jika benar ada orang yang pernah mengalami kejadian seperti di atas maka: Kurangnya Motifasi = Lost of Opportunity maka kejadian tersebut secara terus menerus akan mengakibatkan = Himpitan Ekonomi = Perjuangan Melawan Himpitan Ekonomi = Mengambil pelajaran hidup yang baik dari kejadian yang kurang baik.
Mungkin ada baiknya untuk Pak Dokter Bagus, jika membuat sebuah artikel didasari dengan penelitian yang lebih komperhensif dan dibuat seperti seorang “Peneliti Sejati” yang mengesampingkan subjektifitas dan menampilkan suatu masalah dari berbagai sisi.. supaya lebih objektif dan tidak terlalu naïf…
Sekali lagi no offense ya… namanya juga tanggapan dalam sebuah Negara demokratis…
Salam,
AWB
bener tuh, ganja gak bikin candu…
bukti nya aku bsa lepas hanya dengan pindah tempat tnggal dan ganti teman2 dgn yang baruu
Yup, silakan semua orang bebas berpendapat,… Sering sekali kita menjadi belajar dari diskursus dan perbedaan.
Salam Belajar,…
artikel yang sangat bagus, namun memang kurang referensi yang mendukung sehingga mudah diserang pihak2 yang tidak pernah up date info
kepada saudara AWB, tolong dijelaskan dengan lebih detail hal2 yang dapat digunakan untuk menyangkal opini dari pak Dokter, saya rasa setiap pihak bebas berpendapat dan artikel di atas adalah suatu opini berdasarkan literatur yang pernah dibaca pak Dokter, jadi meskipun beliau tidak mencantumkan referensinya, saya rasa tidak masalah, karena tullisan di atas adalah artikel, bukan skripsi, tesis maupun disertasi, bukan pula tulisan berupa feature maupun soft news, silahkan buka google untuk mencari perbedaannya
apakah Anda menjadi seorang peneliti ilmiah, jika memang pernah, pasti Anda bisa paham mengapa banyak pula peneliti yang menggunakan kata ‘mungkin’, karena peneliti juga manusia yang percaya ‘pada sesuatu hal’, suatu kekuatan di luar batas-batas ilmu pasti dan keajaiban serta mukjizat pasti terjadi
misalnya saya, saya tahu dengan pasti bahwa pecandu dan pengidap HIV adalah orang yang penuh dengan masalah (berdasarkan banyak penelitian ilmiah, jika ingin lihat penelitian2 apa saja, silahkan mencari di sciencedirect.com ; e-journal ; dan portal2 jurnal internasional lainnya), saya masih tetap bersama dia karena saya yakin bahwa keajaiban pasti terjadi, meski penolakan dari keluarga dan lingkungan masyarakat sangat keras dan menyakitkan hati, namun saya berusaha untuk tetap berharap bahwa suatu saat mukjizat akan menjadi nyata
namun setelah melihat tanggapan2 Anda di atas, saya merasa mulai goyah, apa komunitas seperti itu, seluruh anggotanya juga mempunyai pemikiran seperti Anda, tidak adakah yang mempunyai pemikiran yang lebih baru dan up to date dan lebih berusaha memperbaiki diri daripada memberikan penyangkalan yang tidak berdasar (jika Anda menggunakan google sebagai referensi, referensi Anda kurang spesifik, karena google hanyalah suatu SEO, alias mesin pencari, jika Anda ingin memberikan referensi, silahkan cantumkan langsung alamat website yang jelas, atau setidaknya tuliskan buku yang telah Anda baca karena yang saya tahu bahwa buku pegangan bagi pendukung Gerakan Legalisasi Ganja sudah banyak beredar dan saya yakin Anda pasti telah mempunyai buku itu dan telah membaca dengan tuntas tiap kata pada buku itu, karena hal itu sangat tampak dalam tanggapan2 Anda, meski agak samar)
jika ada salah satu anggota Gerakan Legalisasi ganja yang dapat berdebat tanpa ada unsur subyektifitas, maka saya langsung akan mendukung gerakan ini pula
jika ingin mempengaruhi dan mengubah suatu kebijakan, silahkan adu otak, jangan hanya adu hina, di sini yang diandalkan adalah intelegensia, bukan propaganda yang provokatif dan menggerakkan massa yang tak tahu apa2
daripada sibuk menyangkal pendapat orang lain yang tidak mendukung legalisasi ganja, bagaimana jika Anda lebih intens untuk mengajari seluk beluk ganja yang sangat kompleks itu pada komunitas pendukung legalisasi ganja agar jika nanti harus berdebat dengan seorang Dokter, mereka tidak akan terlalu memalukan, setidaknya mereka dapat menyebutkan jenis2 ganja yang tersebar di seluruh bumi atau setidaknya menyebutkan nama ilmiah dari tanaman ganja, apalagi jika hal itu bisa dilakukan pada saat gitting
dari tanggapan2 Anda, saya melihat bahwa Anda sangat mendiskriminasikan pengguna narkoba jenis lain dengan pengguna ganja, padahal di lapangan, yang saya tahu, banyak pula pemakai narkoba selain ganja yang mendukung legalisasi ganja, atau mungkin mereka juga pengguna ganja sehingga mereka juga ambil bagian, sehingga dari fenomena tsb saya pikir apa benar semua pemakai ganja juga pemakai narkoba yang lain, atau semua pemakai narkoba juga pasti pemakai ganja? mohon penjelasan dari saudara AWB
jika memang legalisasi ganja tidak menguntungkan bagi pemakai narkoba lain, mengapa mereka harus ikut2an mendukung legalisasi ganja, apakah karena rasa sosial atau kesetiakawanan yang tinggi, atau memang ada dalang dibalik isu ini ?
siapapun yang menjadi dalang di balik isu ini, mohon diperjelas lagi, apa yang sebenarnya diinginkan, karena tuntutan yang diberikan kurang jelas dan agak kabur (kalo bisa dibawa pulang lagi, masa suka kabur, kan bukan anak remaja yang suka kabur ke ganja kalo lagi ada masalah)
bagi pihak yang ingin terus melakukan legalisasi ganja, silahkan…
namun saya akan terus menentang hal ini, sampai mati… karena kekasih saya mati karena ganja (meski tidak ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa ada orang yang mati karena ganja, namun faktanya orang yang saya kasihi mati karena ganja, dan hal ini adalah alasan yang sangat cukup untuk memotivasi saya menentang legalisasi ganja)
seperti Anda mencari referensi yang mendukung Anda melakukan legalisasi ganja, maka saya juga akan mencari referensi teraktual, tajam dan terpercaya untuk menentang legalisasi ganja
salam persahabatan
diskusi yang lebih sehat dan obyektif, tanpa mengeluarkan kata-kata kurang sopan tampaknya akan menjadi image dari komunitas pendukung legalisasi ganja, bukankah selalu diteriakkan bahwa pemakai ganja juga manusia yang berbudaya, tahu sopan santun dan mempunyai intelegensia yang cukup tinggi, serta mampu mengubah kebijakan publik ?
komunitas pengguna narkoba sudah berhasil membuat perubahan UU tentang NAPZA, ini saatnya untuk legalisasi ganja, semoga berhasil dan Tuhan mengijinkan rencana Anda
web ini cocok buat anda sekalian
http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/cam/cannabis/healthprofessional
Saya bukan pendukung atau penentang legalisasi ganja.
Bukan pengguna atau penjual
Hanya akhirnya tertarik dengan tanaman penuh kontroversi ini dan ingin share film documentary, semoga dapat bermanfaat.
Search di youtube, dengan “keywords”
1. Union cannabis (pro)
2. When we grow (pro)
3. Drugs Inc marijuana NGC (grey)
4. Enquivalen cannabis (pro)
5. How drugs work: cannabis BBC (kontra)
6. Marijuana History chanel (grey)
Jika ingin lebih detailnya, search lagi ke absahan dari para nara sumber dan apa yang dikatakannya.
Untuk hasilnya, silahkan menentukan sendiri. Itu hak masing² setiap individu.
@ rendy,
“jika ada salah satu anggota Gerakan Legalisasi ganja yang dapat
berdebat tanpa ada unsur subyektifitas, maka saya langsung akan
mendukung gerakan ini pula”
“bagi pihak yang ingin terus melakukan legalisasi ganja, silahkan…
namun saya akan terus menentang hal ini, sampai mati… karena
kekasih saya mati karena ganja (meski tidak ada penelitian yang
dapat membuktikan bahwa ada orang yang mati karena ganja,
namun faktanya orang yang saya kasihi mati karena ganja, dan hal
ini adalah alasan yang sangat cukup untuk memotivasi saya
menentang legalisasi ganja)”
Ada 2 manifesto yang berlawanan.
BTW. Turut berduka untuk kekasih anda.
Stop ganja..saya yang pemakai aktif dr SMA sampai kuliah smster9 ga stuju dgn legalisasi ganja.. Apalagi yang ga pemakai aktif..
Mendingan jauhin deh narkoba boss.. Emang benar kata slogan ini..hidup lebih indah tanpa narkoba… Alhamdulillah saya bisa berenti sekarang berkat sedikit niat dan tujuan.. Ga ada kata terlambat buat berhenti boss.. Thanks pak dokter artikelnya.. Saya sudah berhenti ngisap ganja selama 2 bulan itu udh lumayan..
itu gmana sih gan cara lo berentinya?gw pengen bantu pacar gw buat brenti…:(
Ini artikel nya seperti di rekayasa..
artikel Mencret.
Mohon maaf sebelum nya , sharing sedikit nih karna ini pengalaman pribadi saya. dari kelas 1 smp saya sudah aktif merokok ganja yang lebih mengherankan lagi hingga saat ini umur 21 th. bisa dimaklumi lah karna saya berdomisili di atjeh.
Opini pribadi saya ttg Marijuana : Ganja memang membahayakan, tapi ingat itu cuma berlaku bagi pemula, selanjutnya anda akan merasa biasa saja seperti rokok tembakau jika anda bisa mengendalikan emosi yang ada dipikiran anda. Jika yang saya lihat sekarang ini, kenapa kebanyakan orang mengatakan itu berbahaya? karna, sebelum memakai. sipemakai sudah terbawa halusinasi dari pendapat-pendapat yang tidak jelas(yg belum mencoba). nah sipemakai pasti merasakan seperti apa yang dia dengar sebelumnya. tapi jika anda memakai tanpa belum mendengar apa-apa tentang ganja pasti akan merasa sangat nyaman dan bisa mengendalikan emosi diri anda.
pendapat yang tidak benar :
1.Gangguan belajar
hehe, malah ini yang meningkatkan kreatifitas dalam berfikir kawan-kawan. kenapa ? anda bisa lebih berfikir 10x lebih real. imajinasi anda seakan nyata dan fokus pada apa yang dipikirkan. dan anda tidak berfikir dari satu sudut pandang saja. bukankah ini dikatakan orang pintar ? hehe. (ingat ini pendapat saya)
2.Gangguan Motivasi
ya betul jika anda mengatakan hal ini : “mereka bisa dengan mudah melupakannya atau tidak cukup termotivasi untuk melakukannya”. tapi coba anda tanyakan diri anda lagi, itu tergantung kepribadian seseorang, kalau dasarnya giat pasti dia akan lakukan itu, karna ini menyangkut masa depannya sendiri. hal yang anda kutipkan itu tidak bisa diterima oleh semua pihak, bahkan hampir semua orang memiliki ide yang kreatif tapi tidak melakukan nya. ITU BUKAN FAKTOR DARI TANAMAN INI SOBAT !!! itu hanya bawaan pribadi manusia. hehe.
3.Gangguan Perilaku Sosial
ini kata-kata yang selalu di lontarkan bagi yang belum pernah mencoba/baru sekali sudah langsung berhenti karna kebawa halusinasi. hehe. Disini saya temukan rasanya hidup dengan penuh perasaan yang positif, peduli sesama, menghargai orang yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih kecil, dan menghormati sesama teman-teman sebaya.
Masalah ketergantungan:
semua pasti kecanduan jika di biasakan ! Menurut saya lebih parah merokok tembakau, karna ga cukup satu mesti sebungkus.. hehe. trus apa yang dirasain dari rokok tembakau ? NIHIL cuman bikin lidah penuh nikotin. Kalau Marjun, cukup satu linting saja anda akan merasa cukup. dan jika di hisap terus menerus rasanya sama saja , ga bikin tambah giting kok sekali lagi ini pengalaman saya. (jng ditiru) saya hanya ingin sharing kepada teman-teman yang mungkin kurang tau tapi menganggap dirinya mengerti sepenuhnya akan tumbuhan ini tanpa memiliki pengalaman yang cukup. Jangan memvonis begitu saja.
Pak dokter, saya sudah ga memakai lagi ganja selama kurang lebih 3 bulan.. tp pemakaian ganja saya tak sering dok,,, yang saya mau tanyakan, kl saya ada medical check up…apakah akan ketauhan kl pernah merokok ganja? terima kasih
mna jengri nya mna cimenk nya
Dalam sehari saya mengonsumsi 20 linting ganja dan saya tidak merasakan hal2 buruk yg mempengaruhi saya dlm waktu 15 thn.
gw ssetuju banget tuh sama bos zombie, toh banyak artis2 luar yg menegeluarkan kreatifitasnya yang mendunia karena mereka mongomsumsi dengan pemikiran yang positif.
gan ,,, gimana cara ngilangin efek psikologi dari ganja …
ane bru nyoba 2 x. …
tpi koq bwt pikiran ane ga jelas. …
mlah sering ngelamun
pak dokter …
saia baru 2x makai …
tapi koq efek na parah banget…
susah bljar, ga konsen lgi ama pelajaran …, pelupa …, truz mikir yang aneh” …
saia cuma amu tanya , gimana tuh cara ngilangin na …???
Menurut teori sih butuh waktu sampai beberapa bulan sampai satu tahun untuk benar-benar menghilangkan efeknya