Terkait dengan resiko terinfeksi HIV, maka secara epidemiologi dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah populasi kunci (key population) atau kelompok yang perilakunya berisiko tinggi untuk terinfeksi HIV (misalnya pekerja seks, waria, gay atau pengguna narkoba suntik). Sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok masyarakat umum yang secara perilaku mempunyai risiko minimal untuk terinfeksi (misalnya ibu rumah tangga). Coba Anda lakukan uji kecil-kecilan. Anda tanya orang yang sekarang di sebelah Anda termasuk golongan manakah orang di sebelah Anda? Atau Anda tanya setiap orang yang lewat di halte busway, termasuk kelompok yang manakah mereka? Sebagian besar dengan jawaban yang serius pasti akan menjawab sebagai populasi masyarakat umum. Tidak ada yang secara spesifik mengaku sebagai kelompok populasi kunci. Kecuali waria yang memang terlihat sebagai waria.
Pemisahan antara populasi berisiko dengan populasi maskarakat umum ini akan menimbulkan ignorance. Ignorance yang lalu diikuti dengan ketidakpedulian kemudian akan menimbulkan ketidaktahuan. Termasuk tidak tahu bagaimana HIV bisa menginfeksi dan tidak tahu bagaimana bisa terhindar dari infeksi HIV. Ujung-ujungnya hanya akan menimbulkan stigma dan diskriminasi. Meskipun stigma dan diskriminasi terhadap HIV semakin tahun semakin menurun, namun masih bisa disaksikan setiap saat dan bisa dibaca di media-media. Termasuk ketika media memberikan judul yang menimbulkan kesan bahwa HIV adalah penyakit yang mematikan.
Namun tahukah Anda bahwa ada satu lagi populasi tersembunyi yang disebut sebagai populasi jembatan. Populasi ini tidak pernah muncul di permukaan, namun sangat berpotensi memfasilitasi transmisi infeksi dari populasi yang paling berisiko kepada populasi masyarakat umum. Bukti bahwa populasi ini sudah sangat membahayakan penularan HIV kepada masyarakat umum adalah banyaknya kasus HIV pada ibu rumah tangga baik-baik yang sama sekali tidak melakukan aktifitas perilaku berisiko. Sasaran program-program pencegahan HIV sampai saat ini masih memfokuskan diri pada pencegahan pada kelompok berisiko. Strategi ini tidak salah. Namun juga tidak komprehensif seandainya tidak turut serta mensasar populasi jembatan.
Siapakah populasi jembatan ini? Apakah Anda termasuk ke dalam populasi jembatan ?





populasi jembatan itu bapak-bapak yang masih suka jajan ya mas?