Bagaimana saya bisa tahu saya terinfeksi HIV?
Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak adalah dengan melakukan tes HIV (biasanya akan diperiksa antibodi HIV). Kita tidak bisa menebak apakah seseorang sudah terinfeksi HIV hanya dengan melihat orang tersebut. Kita juga tidak bisa mendiagnosa HIV hanya dari melihat tanda dan gejalanya saja. Gejala orang terinfeksi HIV sangat tidak spesifik. Banyak gejala lain yang mirip terinfeksi HIV stadium lanjut, namun banyak juga HIV yang tidak bergejala sama sekali. Itulah mengapa tes HIV merupakan satu-satunya cara definitif untuk menegakkan diagnosa terinfeksi HIV.
Mengapa saya harus tes HIV?
Jika Anda tidak pernah berhubungan seks yang tidak aman, tidak pernah berganti-ganti alat suntik (menggunakan narkoba suntik misalnya), tidak pernah terpapar HIV pada tindakan medis atau di tempat kerja, maka kecil kemungkinan Anda terinfeksi HIV. Untuk kondisi di atas bisa dikatakan tidak ada alasan untuk Anda melakukan tes HIV.
Jika ada kemungkinan Anda terpapar HIV dengan cara apapun di atas, ada baiknya Anda melakukan tes HIV.
Banyak orang takut untuk tes HIV karena takut menerima jika hasilnya positif. Ini artinya orang-orang tersebut akan menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hanya khawatir seandainya terinfeksi. Kekhawatiran tidak bisa mencegah seseorang dari terinfeksi HIV lhooooo…. Akan lebih baik untuk tahu status Anda daripada tidak tahu sama sekali dan menjadi khawatir. Jika kemudian Anda tes HIV lalu hasilnya negatif tentu saja Anda akan bisa tenang dari sebagian besar kekhawatiran Anda. Namun jika hasilnya positif, Anda akan selalu ditawarkan untuk mendapat dukungan emosional dan pilihan-pilihan atas apa yang akan direncanakan kemudian. Kemudian akan dilakukan asesmen kesehatan dan mungkin saja memulai obat-obatan antiretroviral jika tersedia dan memungkinkan. Juga akan diberikan advis-advis untuk menghindari penularan HIV kepada pasangan atau anak Anda jika Anda kemudian merencanakan untuk memiliki anak.
Kapan sebaiknya saya tes HIV ?
Meskipun orang yang baru saja terinfeksi HIV akan menjadi sangat infeksius untuk orang lain, namun untuk mendapatkan hasil tes yang akurat harus menunggu sementara waktu. Lamanya waktu dari mulai terinfeksi sampai mendapatkan hasil tes yang akurat bergantung dari jenis dan metode tes yang digunakan. Pada sebagian besar tes HIV, tes yang standar akan melakukan uji antibodi. Artinya tes HIV umumnya akan melakukan tes ada tidaknya antibodi terhadap HIV di dalam tubuh kita. Untuk sebagian besar populasi, tubuh kita akan membuat antibodi HIV antara 6 minggu sampai 3 bulan setelah terinfeksi. Artinya perlu waktu sampai 3 bulan agar antibodi HIV terdeteksi. Jika dilakukan tes kurang dari 3 bulan dari saat terpapar ada kemungkinan hasilnya tidak akurat karena tubuh belum sempat membuat antibodi HIV nya. Masa waktu 3 bulan ini kemudian dikenal sebagai periode jendela atau window period. Jadi ada baiknya Anda menunggu 3 bulan dari risiko terinfeksi untuk mendapatkan hasil tes yang akurat. Nahhh, selama Anda menunggu untuk testing dalam periode jendela ini sebaiknya Anda menghindari paparan risiko terinfeksi selama 3 bulan. Artinya Anda harus melakukan seks yang aman dan tidak berganti jarum suntik. Jika kemudian hasilnya negatif sedangkan Anda melakukan aktifitas berisiko dalam periode jendela, maka hasil negatif tersebut menjadi tidak akurat dan Anda harus menunggu masa 3 bulan lagi.
Sepertinya saya akan menjadi galau kalau harus menunggu 3 bulan untuk mendapatkan hasil tes HIV yang akurat. Apakah ada cara lain yang lebih cepat?
Tes antibodi HIV adalah jenis tes yang paling banyak digunakan dan biasanya hasilnya bisa dipercaya. Namun ada tes lain yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus dengan tanpa menunggu terbentuknya antibodi. Tes ini langsung mencari virusnya (antigen). Tes HIV PCR akan memberikan hasil yang akurat dalam waktu kurang dari 3 minggu. Namun tes ini jauh lebih mahal dan tidak tersedia secara umum jika dibandingkan dengan tes antibodi.
Antibodi itu sebenarnya apa sih?
Tes antibodi adalah tes yang paling umum digunakan. Tes ini akan mencari antibodi HIV di dalam tubuh kita. Ketika HIV memasuki tubuh kita, tubuh kita akan membentuk semacam protein yang dikenal sebagai antibodi. Antibodi adalah respon alamiah tubuh kita terhadap infeksi. Jadi jika seseorang memiliki antibodi spesifik untuk HIV maka orang tersebut telah terinfeksi HIV (kecuali pada bayi yang akan membawa antibodi ibunya sampai beberapa bulan). Bergantung dari tempat layanannya, tes antibodi bisa diperoleh dalam waktu kurang dari satu jam (untuk rapid test) dan bisa juga beberapa hari sampai beberapa minggu. Di puskesmas-puskesmas di Indonesia menggunakan rapid testing yang juga sudah sangat akurat untuk deteksi antibodi HIV.
Bagaimana caranya saya bisa dites HIV
Ketika Anda memutuskan untuk tes HIV, Anda akan ditemui oleh dokter, konselor terlatih atau perawat/bidan. Mereka kemudian akan menjelaskan mengenai fungsi tes dan apa artinya dari hasil tes tersebut. Juga akan dilakukan konseling lebih lanjut yang tujuannya antara lain untuk menentukan faktor risiko dan dan merencanakan terhadap kemungkinan hasil yang didapatkan. Setelah proses konseling selesai dan Anda setuju untuk dilakukan tes, selanjutnya akan diambil sedikit sampel darah. Biasanya diambil dari pembuluh vena di tangan. Untuk tes rapid, Anda akan mendapatkan konseling lanjutan pasca testing. Untuk tes yang hasilnya beberapa hari atau minggu Anda perlu menjadwalkan kunjungan ulang.
Untuk mengetahui dimana saja bisa melakukan tes HIV silakan klik disini atau klik disini





Apakah dalam masa “window period”, kita akan merasakan gejala gejala tertular HIV? seperti lemas, pusing, demam, jamur ditenggorokan, dll.
dok, mau tanya apakah dalam masa window period, kita sudah bisa merasakan gejala-gejala terkena virus HIV? seperti pusing, tenggorokan berjamur, lemas, badan semakin kurus walaupun ditest hiv, hasilnya non reaktif [test pada saat window period/kurang lbh 1 bulan setelah melakukan perbuatan beresiko? terimakasih.
Belum tentu. Pada masa window period bisa gejala seperti sakit flu namun juga bisa yang tanpa ada gejala sama sekali
Oh okd dok thanx banget infonya
Dok saya punya masalah, penis saya pernah terhisap sekitar 5 detik olah tukang pijat plus dan setelah itu saya cabut dan belum sempat keluar, saya sudah tes HIV dengan RAPID test di RS. Resmi VCT.
pertanyaannya: 1. apakah terhisap hanya 5 Detik tsb beresiko?
2. apakah 12 minggu test (RAPID TEST) sudah defenitive hasilnya krn kl saya melihat di website luar spt. medhelp, thebody, freedomhealth, mereka tdk merekomendasikan test apabila paparannya spt di atas, terimaksih
saya pernah melayat teman saya sakit (Odha) dan memijatkan kakinya, saya tidak tahu apakah di kakinya ada luka atau tidak. sedsang saya punya luka di kaki. tangan saya bekas memijat saya cuci dengan air tanpa deterjen dan diusapkan ke muka saya dan berkumur-kumur, lalu saya basuh kaki saya (yang ada luka) dengan tangan itu,
saya cemas dan merasakan banyak gejala hiv dua hari setelah itu sampai lebih tiga bulan lamanya, apakah saya perlu tes atau ini hanya tekanan psikologis? benarkah hiv tidak mudah menular? kalau hasil tes kemudian negatif, pasti saya percaya bahwa hiv tidak mudah menular, (jika nanti hasil tes saya + atau -, itu tak akan mengubah sikap saya: saya tetap salut dan bersimpati kepada teman-teman Odha)
apakah itu masuk perbuatan berresiko? sampai sekarang saya tidak melakukan tes,
gejala io sy bnyk tpi test hiv 2x hsl nr kejadian beresiko 1 th yg lalu gmn dok?
Infeksi Oportunistik (IO) itu istilah untuk semua infeksi atau manifestasi yang terjadi karena penurunan kekebalan. Mungkin saja itu bukan IO kalau memang tidak ada infeksi HIV atau tidak ada penurunan kekebalan tubuh.
mau nanya doc,ims apa saja yg membuat kulit wajah rusak
Yang destruktif misalnya sifilis stadium 4 dalam bentuk gumma
terima kasih dok klo ims laenya spt borok ada ndak
terima kasih dok
ingin tanya dok, saya ingin tahu, seberapa konklusif kah hasil test HIV di minggu ke 10? saya test HIV di hari ke-75 post exposure.. mungkinkah hasilnya berubah setelah lewat masa window period?
dan ingin tahu, masa jendela 3 bulan itu 90 hari (30harix3) atau 84 hari (12 minggux7hari)?
terima kasih sebelumnya dok
oh ya, hasil test saya di hari ke-75 adalah negatif.. saya pernah baca kalo 95% orang yg terinfeksi akan mulai terdeteksi antibodinya di minggu ke-6. kalo begitu saya sudah jauh di atas 6 minggu. dengan asumsi saya termasuk ke dalam kebanyakan orang yg antibodi HIV nya sudah mampu terdeteksi HIV di minggu ke 6, apakah saya sudah bisa cukup bernafas lega dengan hasil yang saya dapat?
metode test yg saya pakai adalah rapid di RS pemerintah. dgn asumsi saya seperti kebanyakan orang yg akan memproduksi antibodi HIV di minggu ke 6-8, apakah alat untuk rapid test tersebut sudah sudah cukup sensitif untuk mampu mendeteksi antibodi di hari ke-75?
saya tetap akan test di bulan ke 3, tapi saya bingung, hitungan bulan ke tiga itu 12 minggu atau 90 hari setelah pajanan ya dok? terima kasih saya ucapkan sekali lagi.
Umumnya window period terjadi antara 6 sampai 12 minggu. Sebaiknya nanti tes ulang pada minggu ke 12. Rapid tes yang dipakai di RS pemerintah sama menggunakan metode ELISA juga yang sama-sama efektif nya dengan metode ELISA yang menggunakan fotometri.