Normal Nggak Ukuran Penis Saya?

20120102-124145.jpgHal yang paling sering ditanyakan oleh sebagian pria yang menginjak remaja adalah “Apakah ukuran penis saya normal ?” Normal dalam hal ini artinya apakah penis mereka ukurannya cukup atau kurang besar. Kadang pertanyaan ini tidak saja ditanyakan oleh remaja pria, namun juga pria-pria usia 20 atau 30an yang merasa kurang percaya diri dengan ukuran penis nya. Umumkah masalah ini ?

Penis mempunyai ukuran yang sangat bervariasi. Sama halnya seperti organ tubuh lainnya. Tidak ada orang yang benar-benar mempunyai bentuk dan ukuran hidung yang sama, ukuran bibir yang sama atau bentuk telinga yang sama. Sama seperti organ tubuh lainnya, ukuran penis juga bervariasi sesuai dengan usia pemiliknya. Tidak mungkin mengharapkan ukuran penis remaja pria 11 tahun akan seukuran dengan remaja pria umur 19 tahun.

Para pria akan memulai perkembangan seksual pada umur yang berbeda-beda. Beberapa ada yang mulai pada umur 9 tahun namun tidak sedikit pula yang baru mulai perkembangan seksual pada umur 18 tahun. Usia mulai perkembangan seksual ini bergantung kepada kapan seseorang mulai memasuki pubertas dan kapan hormon-hormon seksual pria mulai bekerja.

Pertumbuhan ukuran penis adalah salah satu tanda dari pubertas. Masih banyak lho tanda-tanda lainnya. Seperti tumbuhnya rambut pubis (rambut kemaluan), pertumbuhan testis, perkembangan otot dan perubahan resonansi suara. Pada remaja yang terlambat mengalami perkembangan seksual pun tidak akan menjadi masalah. Mereka yang terlambat mampu menyusul dengan cepat pada akhirnya.

Penis tidak hanya berbeda dari ukuran, namun juga bentuk dan warna. Faktor-faktor ini dipengaruhi secara herediter atau diturunkan. Sama saja seperti warna mata atau ukuran kaki. Tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk memodifikasi karunia alami ini. Meskipun banyak beredar iklan-iklan yang secara masif memborbardir informasi kepada masyarakat tentang suplemen, pengobatan, atau ramuan yang mampu membesarkan penis. Prinsipnya tidak ada yang secara alamiah mampu mempercepat peningkatan ukuran penis secara logis. Usaha-usaha pembesaran ukuran penis banyak yang akhirnya berakhir di emergensi dengan pembusukan atau gangren pada penis. Di papua sangat populer sekali Daun Bungkus yang dipercaya mampu secara instan membesarkan penis. Memang terbukti, namun ujung-ujungnya banyak yang berakhir dengan gangren pada penis.

Seperti halnya dengan telapak kaki, sudut pandang bisa mempengaruhi persepsi ukuran penis. Coba dilihat dari bawah, pasti ukurannya akan menjadi lebih besar. Itulah sebabnya memotong rambut kemaluan atau menggunduli rambut pubis dapat membuat ukuran penis menjadi lebih besar. Ini hanya masalah persepsi saja.

Coba lihat dari sudut pandang perempuan. Sebuah survey di Inggris yang dimuat di NEJM menunjukkan bahwa lebih dari 75% perempuan tidak menyukai penis yang terlalu besar. Penis yang oversized akan cukup menyakitkan pada perempuan apabila tanpa dimulai dengan foreplay yang baik. Sedangkan kemudian pria lalu berpikir bahwa dengan memiliki penis yang besar maka otomatis akan menimbulkan kepuasan seksual pada perempuan. Pendapat yang salah ini terlanjur berkembang di masyarakat. Memang benar bahwa ukuran bisa meningkatkan kepuasan seksual pada perempuan, tapi kemudian menjadi tidak berguna tanpa relasi seksual yang baik.

Selama penis dan organ seksual Anda masih berfungsi dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dalam perkembangan penis, ukuran menjadi tidak bisa dibandingkan. Jangan coba membandingkan ukuran penis dengan saudara laki-laki atau kawan sebaya. Mungkin saja mereka berada dalam tahap perkembangan yang lebih lanjut. Anda pasti bisa kemudian menyusulnya. Jangan juga dibandingkan dengan ukuran penis bintang-bintang porno luar negeri. Ukuran mereka memang lebih besar daripada ukuran rata-rata masyarakat. Ya wajar saja, mereka kan sudah melalui audisi untuk menjadi bintang porno. Kecuali Anda ingin mengikuti jejak mereka sebagai pornstar, tidak ada yang perlu dicemaskan dengan ukuran penis Anda sepanjang fungsinya masih baik. Percaya sama saya deh, ukuran penis orang Indonesia nggak kalah kok dengan orang-orang bule atau Arab sekalipun. Apalagi kelincahannya…