Nyeri Panggul Pada Perempuan

Pada rongga panggul perempuan terdapat bermacam-macam organ. Selain banyak pembuluh darah dan serabut syaraf, juga banyak terdapat organ-organ yang berhubungan dengan organ reproduksi dan organ seksual.  Nyeri panggul pada perempuan disini mengacu pada rasa sakit di perut bagian bawah pusar. Nyeri ini dapat menyertai berbagai kondisi. Nyeri panggul bisa saja merupakan tanda bahaya dari kesuburan, gangguan pencernaan seperti IBS, atau sebuah tanda untuk keadaan darurat yang mengancam jiwa. Di bawah ini adalah beberapa diagnosis banding nyeri panggul pada perempuan. Mungkin Anda bisa mendefinisikan termasuk ke dalam nyeri panggul yang manakah yang Anda keluhkan selama ini.

1. Apendisitis
Apendisitis adalah peradangan pada usus buntu. Gejala-gejala yang menyertainya misalnya nyeri tajam di bagian kanan bawah, mual/muntah dan demam. Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut segera kunjungi dokter Anda. Usus buntu yang terinfeksi biasanya pertama kali akan diberikan antibiotik untuk meredakan gejala radangnya. Jika dengan antibiotik saja tidak menunjukkan respon yang baik biasanya harus dilakukan pembedahan. Jika tidak dapat terjadi perforasi yang pada  akhirnya akan dapat menyebabkan penyebaran infeksi di dalam perut. Hal ini merupakan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Sindrom iritasi usus (IBS) adalah gangguan pencernaan kronis yang menyebabkan nyeri perut berulang, kram, kembung, diare dan atau sembelit. Sampai saat ini belum diketahui apa penyebabnya. Cara penanganannya adalah dengan mengontrol gejala yang muncul. Diantaranya perubahan pola makan dan diet, manajemen stres, dan obat-obatan untuk mengobati diare atau sembelit.

3. Mittelschmerz (Painfull Ovulation)
Selama ovulasi, ovarium akan melepaskan sel telur bersama-sama dengan beberapa cairan dan darah yang dapat mengiritasi lapisan perut. Hal ini disebut mittelschmerz yang berasal dari Bahasa Jerman Mittel yang berarti “tengah” dan Schmerz yang berarti “rasa sakit,”. Dinamakan Mittel atau tengah karena terjadi pada masa pertengahan siklus. Rasa sakit dapat berpindah-pindah dari bulan ke bulan. Hal ini tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dalam beberapa jam.

4. PMS (Premenstrual Syndrome)
PMS biasanya menyebabkan perubahan suasana hati dan peningkatan atau penurunan nafsu makan. PMS juga dapat menyebabkan kram perut, nyeri pinggang, sakit kepala, nyeri pada payudara, dan jerawat. Gejala-gejala ini biasanya disebabkan karena adanya perubahan hormon. Stres, kurang olahraga, dan beberapa kekurangan vitamin dapat membuat gejala PMS menjadi lebih buruk. Jika PMS sangat mengganggu kegiatan sehari-hari Anda maka Anda harus segera menemui Dokter Anda untuk berkonsultasi. Perubahan gaya hidup sering kali dapat membantu mengatasi gejala ini.

5. Kram Menstruasi
Setiap bulan rahim akan membentuk suatu lapisan jaringan yang disebut dengan endometrium, tempat di mana embrio dapat menanamkan dirinya dan kemudian dapat tumbuh menjadi buah kehamilan. Jika tidak terjadi kehamilan, maka lapisan tersebut rusak, meluruh dan meninggalkan rahim untuk kemudian dikenal sebagai periode menstruasi. Kram menstruasi dapat terjadi ketika kontraksi rahim yang bertujuan untuk membantu mendorong keluarnya lapisan endometrium yang tidak terpakai ini. Kram biasanya terasa di perut bawah atau punggung dan akan berakhir satu sampai tiga hari kemudian. Umumnya keluhan ini dapat diatasi dengan obat-obatan anti nyeri baik yang diresepkan oleh dokter ataupun yang banyak dijual bebas di apotek dan toko obat.

6. Kehamilan ektopik (KET)
KET adalah keadaan darurat yang dapat mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan dan perawatan dengan segera. KET terjadi ketika terjadi implantasi dan perkembangan embrio di suatu tempat di luar rahim. Biasanya pada tuba falopi. Gejala-gejala yang muncul diantaranya termasuk nyeri panggul yang tajam atau kram (terutama pada satu sisi), perdarahan vagina, mual, dan pusing. Segera datang ke UGD untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

7. Pelvic Inflammatory Disease (PID)/Penyakit Radang Panggul (PRP)
Salah satu komplikasi paling serius dari Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit radang panggul atau PID/PRP. Infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada uterus, ovarium, dan saluran tuba (terlihat di sini, bengkak dan merah). PRP/PID adalah penyebab utama infertilitas pada perempuan. Gejala yang muncul meliputi sakit perut, demam, sekret vagina yang abnormal, dan rasa sakit saat berhubungan seks atau buang air kecil. PID diobati dengan antibiotik, dan pada kasus berat mungkin akan memerlukan pembedahan.

8. Kista ovarium
Sebuah kantung rongga akan terbentuk setiap kali sel telur matang dan berovulasi. Umumnya kantung tersebut akan membuka atau pecah dengan sendirinya untuk kemudian mengeluarkan sel telur yang telah matang untuk dapat dibuahi. Namun kadang-kadang folikel dan atau kantungnya tidak dapat membuka dan terus membengkak dengan berisi cairan. Akhirnya akan mengumpul dan membentuk suatu kista yang kemudian disebut sebagai kista ovarium. Hal ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Tetapi kista dengan ukuran yang besar dapat menyebabkan nyeri panggul, demam dan sering buang air kecil. Kista ovarium dapat diidentifikasi dan didiagnisa dengan pemeriksaan panggul dan USG.

 

9. Uterine Fibroid
Fibroid kadang tumbuh di dinding rahim dan kemudian disebut sebagai tumor fibroid. Tumor fibroid ini bukanlah sebuah keganasan. Fibroid umumnya dapat muncul pada perempuan di usia 30-an sampai dengan 40-an dan biasanya tidak menyebabkan masalah. Namun beberapa perempuan mungkin mengalami gangguan seperti perasaan tertekan yang nyeri di perut bawah, perdarahan yang lebih hebat saat menstruasi, sakit saat berhubungan seks, atau kesulitan untuk mendapatkan kehamilan. Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda tentang perawatan fibroid dan usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mengecilkan atau menghilangkan fibroid tersebut.

 

10. Endometriosis
Pada beberapa perempuian, jaringan endometrium dapat tumbuh di luar rahim. Pertumbuhan bisa saja terjadi di ovarium, tuba falopi, kandung kemih, usus, dan bagian lain dari tubuh atau rongga panggul. Ketika tiba waktunya untuk menstruasi, jaringan endomtrium ini juga akan ikut meluruh. Namun tidak seperti jaringan endometrium yang ada di rahim, jaringan endometrium di luar rahim tidak memiliki cara untuk meninggalkan tubuh. Meskipun endometriosis ini jarang menimbulkan bahaya, namun dapat menyebabkan rasa sakit dan menghasilkan jaringan parut yang dapat membuat seorang perempuan sulit untuk hamil.

 

11. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika kuman masuk ke saluran kemih. ISK dapat menyebabkan masalah di mana saja pada bagian saluran kencing, mulai dari dari uretra ke kandung kemih dan sampai melalui ureter bahkan ke ginjal. Gejala yang dapat muncul diantaranya termasuk tekanan di panggul bawah, nyeri buang saat air kecil, dan dorongan sering buang air kecil. Infeksi biasanya tidak serius jika segera diobati. Tapi ketika menyebar ke ginjal, dapat menyebabkan kerusakan permanen.Tanda-tanda infeksi ginjal termasuk demam, mual, muntah, dan nyeri pada salah satu sisi punggung bawah.

 

12. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah gumpalan garam dan mineral yang tersimpan dalam urin. Batu ginjal dapat berukuran sangat kecil seperti butiran pasir atau bahkan sebesar bola tennis. Karena batu tersebut bergerak dari ginjal ke kandung kemih Anda, maka batu tersebut dapat memicu rasa sakit yang tiba-tiba di area perut atau panggul. Urin Anda bisa menjadi merah muda atau merah darah. Sebagian besar batu ginjal akan dengan sukses keluar melewati saluran kencing Anda sendiri. Tetapi beberapa memerlukan pengobatan dan tindakan invasif atau non-invasif

 

13. Interstitial Cystitis (IC)
Sistitis interstisial (IC) adalah suatu kondisi sakit kronis yang berhubungan dengan radang kandung kemih. Penyebabnya sampai saat ini tidak diketahui. Orang dengan IC yang cukup parah biasanya akan buang air kecil beberapa kali dalam satu jam. Gejala lain termasuk adanya tekanan di atas daerah kemaluan, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri saat berhubungan seks. Kondisi ini paling umum pada perempuan di usia 30-an dan 40-an. Pengobatannya biasanya dilakukan dengan meredakan gejala yang muncul.

14. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Nyeri panggul terkadang merupakan tanda peringatan untuk beberapa infeksi menular seksual (IMS.) Dua IMS yang paling umum menyebabkan nyeri panggul adalah infeksi klamidia dan gonore. Kedua inifeksi ini biasanya sering terjadi bersamaan. IMS tidak selalu menimbulkan gejala, tetapi dapat memicu terjadinya nyeri panggul, nyeri buang air kecil, dan keputihan abnormal. Pengobatan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Namun yang lebih penting lagi adalah adanya pengobatan pasangan seksual.

 

15. Prolaps organ panggul
Seiring dengan bertambahnya usia, beberapa perempuan akan dapat mengalami beberapa jenis prolaps organ panggul. Prolaps organ panggul terjadi ketika organ-organ di dalam panggul, seperti kandung kemih atau rahim, turun ke posisi lebih rendah. Biasanya tidak menjadi masalah kesehatan yang serius, tetapi bisa menjadi gangguan yang tidak nyaman. Gejala yang paling umum adalah tekanan terhadap dinding vagina, perasaan penuh pada perut bawah, dan sakit saat berhubungan seks.

 

16. Sindrom Kongesti Rongga Panggul
Varises juga bisa terjadi di rongga panggul. Darah yang naik kembali ke dalam pembuluh panggul menyebabkan pembengkakan pembuluh darah rongga panggul dan akan menyebabkan nyeri yang amat sangat. Hal ini dikenal sebagai sindrom kongesti rongga panggul. Nyeri akan semakin hebat ketika duduk atau berdiri. Posisi berbaring dapat meredakan nyeri yang timbul.
17. Jaringan Parut
Jika Anda pernah menjalani operasi di daerah perut atau rongga panggul, misalnya operasi usus buntu atau atau operasi sesar, atau jika ada infeksi di daerah tersebut, maka Anda bisa mengalami rasa sakit yang terus menerus terjadi dari jaringan parut yang terbentuk karena bekas operasi atau adanya peradangan. Adhesi adalah jenis jaringan parut internal yang membentuk antara organ atau struktur yang tidak dimaksudkan untuk dihubungkan. Jaringan perut dapat menyebabkan adhesi atau perlengketan. Bergantung pada lokasi perlengketannya, rasa nyeri yang ditimbulkan dapat bervariasi derajatnya. Umumnya adhesi atau perlengketan harus diangkat dengan operasi.

 

18. Vulvodynia
Vulvodynia adalah  sakit kronis pada vulva yang tidak diketahu